TUBERCULOSIS : RESPIRATORY TUBERCULOSIS, NOT CONFIRMED BACTERIOLOGICALLY OR HISTOLOGICALLY (A16)
Diagnosis tuberculosis paru dapat ditegakkan memalui
gejala batuk kronis disertai hematisis, berat badan turun, berkeringat dingin,
sesak napas dan demam. Sealin itu beberapa test tambahan juga dapat dilakukan
untuk menegakkan diagnosis. Seperti Pemeriksaan darah rutin, Sputum BTA, Tes
peroksidase anti peroksidase, Tes mantoux tuberkulit, Polumerase chain reaction,
BACTEC (bectom dickonson diagnostik instument sistem), Mycodot dan Radiologi
Pasien
yang tidak memenuhi kriteria secara bakteriologis tetapi didiagnosis
tuberkulosis aktif oleh dokter, dan mendapat pengobatan tuberkulosis dapat
menggunakan kode A16. Contoh kriteria pasiennya adalah
1. Pasien
tuberkulosis dengan BTA negatif dan hasil foto toraks menunjukan tuberkulosis
2. Pasien
tuberkulosis paru BTA negatif dengan tidak ada perbaikan klinis setelah
mendapat antibioti non OAT, dan mempunyai faktor risiko tuberkulosis
- A16.0 Dipilih untuk pasien dengan diagnosa tuberkulosis paru dengan hasil bakteriologi dan histologi negatif. Kode dapat dicari menggunakan leadterm tuberculosis
- A16.1 Dipilih untuk pasien dengan diagnosa tuberkulosis paru namum pemeriksaan bakteriologi dan histologi belum selesai. Kode dapat dicari menggunakan leadterm tuberculosis
- A16.2 Dipilih unt uk pasien dengan
diagnosa tuberkulosis paru tanpa ada keterangan terkonfirmasi secara
bakteriologi dan histologi. Kode dapat dicari menggunakan leadterm abscess,
aneurysm, assmann’n focus, asthma, atelectasis, bronchiectasis, cavition of
lung, desease, fistula, focus, infection, mycobacterium, pneumonia, pneumorrhagia,
pneumothirax, rasmussen’s aneurysm, tuberculosis dan ulcer,
- A16.3 Dipilih untuk pasien dengan diagnosa
tuberkulosis kelenjar getah bening intratoraks,tanpa ada keterangan
terkonfirmasi secara bakteriologi dan histologi. Kode dapat dicari menggunakan
leadterm adenopathy, tuberculosis
- A16.4 Dipilih untuk pasien dengan diagnosa
tuberkulosis laring, trakea dan bronkus, tanpa ada keterangan terkonfirmasi secara
bakteriologi dan histologi. Kode dapat dicari menggunakan leadterm bronchitis, broncholithiasis,
fisula, laryngitis, laryngotracheitis, stenosis, stricture, tracheitis, tuberculosis
- A16.5 Dipilih untuk pasien dengan diagnosa
tuberkulosis Pleurisy, tanpa ada keterangan terkonfirmasi secara bakteriologi
dan histologi. Kode dapat dicari menggunakan leadterm adhesions, effusion,
empyema, fistula, hemothorax, hydropneumothorax, pleurisy, pyopneumothorax,
pythorax, tuberculosis
- A16.7 Dipilih untuk pasien dengan diagnosa
tuberkulosis pernafasan primer, tanpa ada keterangan terkonfirmasi secara bakteriologi
dan histologi. Kode dapat dicari menggunakan leadterm adenopathy, complex,
effusion, epituberculosis, ghon tubercle, infection, pleurisy, tubercle, tuberculosis
- A16.8 Dipilih untuk pasien dengan diagnosa
tuberkulosis pernafasan lainnya, tanpa ada keterangan terkonfirmasi secara
bakteriologi dan histologi. Kode dapat dicari menggunakan leadterm
mediastinitis, pansinusitis, pharyngitis, rhinitis, sinusitis, tonsilitis, tuberculosis.
- A16.9 Dipilih untuk pasien dengan Tuberkulosis pernafasan tidak terkonfirmasi secara bakteriologis dan
histologi. Dan tidak dijelaskan atau
tidak diketahui organ pernafasannya.

0 Comments